Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah 'Jaga Bhumi Festival'

akurat logo
Bonifasius Sedu Beribe
Jumat, 13 April 2018 13:24 WIB
Share
 
Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah 'Jaga Bhumi Festival'
Konferensi pers Jaga Bhumi. Dok. Jaga Bhumi

AKURAT.CO, Permasalahan lingkungan hidup saat ini semakin serius dan mencakup banyak aspek kehidupan. Sehingga, banyak pihak dituntut harus semakin peduli pada upaya-upaya pelestarian lingkungan.

Salah satu gerakan yang dipelopori oleh Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI)  dan Dyandra Promosindo adalah ‘Jaga Bhumi Festival’ yang akan digelar di Jalan Tunjungan, Surabaya pada 29 April 2018 mendatang. Event ini mengangkat tema ‘Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia’, yang bertujuan untuk meningkatkan peran kebun raya sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya tumbuhan, untuk mengembalikan kembali kejayaan alam di Indonesia.

Sonny Keraf, Wakil Ketua II Yayasan Kebun Raya Indonesia pada press conference Jaga Bhumi di Jakarta (12/04) menjelaskan bahwa dengan adanya gerakan Jaga Bhumi, diharapkan dapat mengedukasi dan mengingatkan publik untuk menanam tumbuhan dan kemudian menjaga serta melestarikannya. 

“Dengan beraktivitas di ruang terbuka, selain mendapatkan kesehatan juga mendapatkan manfaat dengan mendapat udara segar dan berinteraksi dengan alam. Sehingga diharapkan masyarakat akan lebih menghargai alam dan lingkungan sekitar, bukan malah merusaknya,” jelas Keraf.

Sonny Keraf juga menambahkan bahwa pemilihan Kota Surabaya sebagai tempat pelaksanaan ‘Jaga Bhumi Festival’ ini juga didasari berbagai pertimbangan, salah satunya karena konsistensi Pemerintah Kota Surabaya terhadap pelestarian lingkungan.

Kota Surabaya merencanakan pembangunan Kebun Mangrove atau Kebun Bakau terbesar di dunia dengan luas sekitar 100 hektar. Kebun raya ini rencananya dibangun di pesisir pantai Kecamatan Gunung Anyar dan akan menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di dunia.

Dalam proyek ini, Pemkot Surabaya menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) untuk merealisasikannya.

Tri Rismaharini, Walikota Surabaya di tempat terpisah menyampaikan bahwa lokasi kebun raya sengaja diletakkan di pantai timur Surabaya untuk melindungi kawasan tersebut dari banjir rob dan abrasi. “Masterplan kebun raya mangrove saat ini sedang disempurnakan. Lokasi ini didesain selain menjadi kawasan konservasi alam direncanakan juga sebagai tempat penelitian ilmiah, edukasi, dan wisata. Konsepnya ramah lingkungan dan ramah sosial. Ada jembatan gantung, jogging track, waduk, kanal sampan, zona anak, hingga pusat edukasi mangrove,” tambah Risma.

Michael Bayu A. Sumarijanto, Direktur Program Jaga Bhumi menjelaskan bahwa pada ‘Jaga Bhumi Festival’ mendatang, akan digelar berbagai kegiatan yang berlokasi di Jalan Tunjungan Surabaya. Dengan target menghadirkan 50 ribu orang, Jaga Bhumi akan menghadirkan kegiatan seperti Fun Walk, Festival Bunga, Jaga Praja (pameran UKM dan pertunjukan komunitas), Jaga Cilik (permaian tradisional anak Indonesia, Jaga Wiyata, dan lomba mewarnai), Jaga Raga (aktivitas olahraga, zumba), Jaga Gita (pertunjukan musik) yang akan diramaikan oleh artis papan atas seperti Tipe X, White Shoes and the Couples Company dan The SIGIT, Jaga Prakasa (simbolis Kebun raya Mangrove Surabaya), Jaga Sakra (sarasehan penerima penghargaan Kalpataru), dan Jelajah Bumi Komunitas Sepeda.

“Kami berharap melalui berbagai program Jaga Bhumi, masyarakat Surabaya pada khususnya mendapatkan manfaat positif pada kampanye gerakan ini, dan akhirnya bisa meluas ke seluruh masyarakat Indonesia melalui berbagai channel dan media. Oleh karena itu, untuk memeriahkan Jaga Bhumi ini, kami menggaet banyak sekali pengisi acara baik dari kalangan komunitas dan anak muda, karena melalui kekuatan mereka, semangat pelestarian lingkungan bisa terus meluas di kalangan muda,” ujar Michael.

Sebagai salah satu pengisi acara Jaga Bhumi, fashion desainer Rama Dauhan serta Poetoet Soedarjanto, Ketua Bike to Work Indonesia menyampaikan antusiasmenya pada Jaga Bhumi, mengingat melalui partisipasinya pada acara ini, mereka berharap bisa memperkuat semangat cinta lingkungan dan minimal dapat menularkannya pada orang-orang terdekat di sekitar.[]

Yayasan Kebun Raya Indonesia

Didirikan pada tanggal 21 April 2001, YKRI bertujuan untuk melestarikan kekayaan beragam tumbuhan di Indonesia yang saat ini terancam akibat dari kurangnya upaya yang berkelanjutan. Lebih dari 590 spesies tumbuhan di Indonesia berisiko dan diklasifikasikan sebagai terancam punah atau lebih parah, punah.

Ada banyak spesies tanaman yang dapat menghasilkan manfaat potensial, namun belum ditemukan. Lebih lanjut, banyak spesies telah berkurang secara signifikan pada tingkat yang mengkhawatirkan dan hampir punah, lebih cepat daripada tanaman yang akan dipelajari, ditemukan dan diregenerasi.

Visi YKRI: Membangun kebun raya kelas dunia di Indonesia yang sesuai bagi upaya konservasi dan regenerasi tanaman yang terancam punah.

Misi YKRI: Memberikan kontribusi pada pelestarian spesies botani yang terancam punah melalui kolaborasi semua Kebun Raya Indonesia.

 

Tentang Jaga Bhumi

Gerakan Jaga Bhumi merupakan program acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) dan Dyandra Promosindo. Dengan menggunakan slogan ‘Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia’, program ini merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kebun Raya sebagai konservasi keanekaragaman tumbuhan di Indonesia.

Berlandaskan visi menyelamatkan plasma nutfah Indonesia melalui revitalisasi dan peningkatan jumlah Kebun Raya di Indonesia, Gerakan Jaga Bhumi akan memberikan penekanan aksi terhadap edukasi dalam rangka menanamkan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap konservasi tumbuhan dan mengenalkan Kebun Raya sebagai sarana yang sangat tepat untuk penyelamatan plasma nutfah di Indonesia. Informasi mengenai acara ini dapat ditelusuri pada tagar #AkuJagaBhumi di berbagai sosial media.[]


Editor. Irma Fauzia

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pengakuan Bocah Polos yang Perutnya Dipasangi Bom Bunuh Diri

Senin, 21 Mei 2018 15:38 WIB

Bocah bernama Uday terlihat polos. Dia mengikuti semua arahan tentara yang hendak menyelamatkan nyawanya.


Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai Di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.


Perayaan Scudetto Juventus Sulut Amarah Napoli

Senin, 21 Mei 2018 15:14 WIB

Juventus meraih gelar juara tujuh kali beruntun


Lima Tentara Libya Meninggal Kena Ranjau Darat

Senin, 21 Mei 2018 15:13 WIB

Tentara Libya menuduh kelompok bersenjata tersebut setia kepada Al-Qaeda.


Arab Saudi Bebaskan 690 Warga Ethiopia dari Penjara

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

MoFA mengatakan sekitar 690 warga diberi fasilitas transportasi gratis dari Arab Saudi ke Ethiopia.


Pertamina Ambil Alih Pengelolaan WK Ogan Komering

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan langkah strategis perusahaan dalam amankan pasokan produksi migas nasional