Travel / Kolom / Berita
Fenomena Supermoon

Rasa Berbeda antara Gerhana Bulan dan Matahari

akurat logo
Islahuddin
Kamis, 01 Februari 2018 20:05 WIB
Share
 
Rasa Berbeda antara Gerhana Bulan dan Matahari
Fase gerhana bulan “Super Blue Blood Moon. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURA.CO, Masyarakat dunia, khususnya yang berada di Indonesia, Rabu (31/1) berkesempatan menikmati pemadangan gerhana bulan. Ini bukan gerhana bulan biasa, namun sangat spesial.

Layaknya martabak spesial yang berisi benyak menu di dalamnya, begitu juga dengan gerhana bulan kali in. Fenomena yang dilihat masyarakat dunia tadi malam itu adalah gabungan tiga fenomena langka yaitu gerhana Bulan itu sendiri, ditambah Blue Moon dan Supermoon yang tersaji dalam satu waktu dan dikenal dengan nama Super Blue Blood Moon.

Sebagaimana sudah banyak dibahas, Supermoon adalah sebuah fenomana dimana bulan berada di posisi paling dekat dengan Matahari. Sedangkan Blue Moon adalah fenomena saat bulan ditutupi bayangan Bumi yang membuatnya tampak kemerahan. Sementara pengertian gerhana Bulan sendiri sudah jamak diketahui masyarakat karena menjadi materi wajib sejak sekolah dasar.

Mengingat begitu fenomenalnya kejadian semalam, pemberitaannya pun sudah ramai beberapa minggu sebelumnya dan makin gencar menjelang hari H, 31 Januari. Tidak heran banyak orang yang begitu menanti fenomena ini. Sejumlah instansi dan organisasi pun menyiapkan acara khusus. Begitu juga dengan para individu yang menyiapkan diri untuk nonton bareng ‘nobar’ di sejumlah tempat tertentu yang memang disediakan khusus. Mereka menyaksikan Super Blue Blood Moon itu bersama orang terkasih, sahabat, dan teman sejawat. Maka berbagai tempat pun ramai dikunjungi tadi malam seperti di Pantai Indah Ancol, Planetarium Taman Ismail Marzuki, Monumen Nasional, Pelataran Kota Tua, dan berbagai tempat lainnya.

Sejak maghrib kemarin, orang-orang pun berbondong-bondong ke tempat yang mereka inginkan. Namun sayang, saat gerhana Bulan itu muncul, antusiasme masyarakat terlihat pada awal kemunculannya, padahal durasinya cukup Panjang yaitu 76 menit yaitu mulai 19.52 WIB, hingga 21:08 WIB.

Saat pertama kali kelihatan, masyarakat memamg melihat suatu yang berbeda pada bulan tersebut yaitu karena warna merah yang dipancarkan. Begitu juga dengan bentuknya yang lebih besar daripada biasanya. Namun secara umum, mereka melihat tidak ada perbedaan yang besar dibanding bulan purnama biasanya. Gerhana itu tidak mampu merubah malam. Malam tetap saja gelap, layaknya malam-malam yang lain. Sehingga masyarakat hanya ‘terpana’ pada awal kemunculan bulan, dan umumnya tidak terlalu memperhatikan proses perubahan setelahnya.

“Tidak terlalu spesial dan hampir tidak ada bedanya dengan bulan-bulan di malam-malam yang lainnya,” kata seorang pemuda yang sengaja datang ke Monas untuk fenomena ini.

Jika ada yang terlihat sangat antusias hanya diperlihatkan oleh para fotografer yang memang memperhatikan setiap fase perubahan. Mulai dari menjelang, pada saat, dan pasca gerhana Bulan Total.

Berbeda dengan Gerhana Matahari Total

Antusiasme yang berbeda terlihat pada saat Gerhana Matahari Total (GMT)yang juga bisa dinikmati di Indonesia pada 9 Maret 2016 silam. Layaknya sebuah fenomena alam langka lainnya, peristiwa ini sudah banyak diberitakan beberapa minggu sebelumnya.

Tidak hanya ramai dibicarakan, sejumlah daerah mempersiapkan lokasi wisata khusus untuk menjadi lokasi nobar dan sambutannya luar biasa. Sejumlah pantai terkenal di Indonesia yang berada di daerah yang mampu menikmati GMT ini pun menggelar acara khusus. Bahkan Kemenko Maritim mengundag wartawan untuk menyaksikan gerhana Matahari di lepas pantai dengan menggunakan kapal khusus.

Sejumlah turis asing pun berdatangan ke Indonesia hanya untuk melihat fenomena ini. Ya, GMT memang beda. Pada saat gerhana ini terjadi, belahan bumi yang sebenarnya sedang siang hari, dengan mentari yang bersinar, tiba-tiba gelap karena pemancar cahaya itu tertutup bulan.

Masyarakat pun takjub. Mayoritas mereka menyatakan kekagumannya dengan keberasan Tuhan ini. Ketakjuban ini diantaranya diwujudkan dengan kata “Wow”. Ada juga yang bertasbih menyebut asma Tuhan, Subhanallah.

Ya, walaupun GMT hanya singkat, yaitu hanya satu hingga tiga menit tergantung daerahnya, namun memberikan kesan tersendiri. Apalagi untuk melihat langsung perlu peralatan khusus agar tidak membahayakan mata. Jadinya, fenomena ini pun semakin spesial. Pada saat itu, di pagi hari yang seharusnya cerah, berubah gelap dengan seletikan dan kemudian terang kembali.

Penulis bersyukur secara khusus meluangkan waktu untuk dua kesempatan langkan ini, GMT pada 2016 dan Super Blue Blood Moon yang terjadi kemarin. GMT dinikmati di Taman Ismaim Marzuki, dan Super Blue Blood Moon di Kawasan Monas. Dan euforianya pun berbeda. GMT terasa lebih berkesan.

Dan satu lagi, GMT juga mempunyai daya jual yang lebih untuk dunia pariwisata. Walaupun Super Blue Blood Moon juga mempunyai peluang yang sama, walaupun mungkin antusiasmenya tidak sebesar GMT.

Menjual Fenomena Alam

Ada pelajaran yang menarik dari GMT dan Super Blue Blood Moon yang terjadi di Indonesia pada 2016 dan kemarin. Keduanya rupanya menjadi perhatian dunia, karena tidak semua negara bisa menikmatinya.

Pada Super Blue Blood Moon kemarin misalnya, NASA mengadakan streaming alias nonton langsung dari akun media sosial mereka. Dan terbukti banyak peminatnya. Dan antusiasme juga jelas lebih besar terlihat pada GMT dua tahun silam.

Nah, antusiasme yang besar dari dunia pariwisata ini sudah seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Dua fenomena ini bisa menjadi jualan tambahan untuk meningkatkan industri pariwisata.

Maka selain kekayaan alam yang indah di Indonesia, fenomena alam akan menambah daya jual pariwisata Tanah Air. Tergantung bagaimana kita bisa melakukan promosi yang baik dan meyakinkan dunia internasional, bahwa Indonesia sepenggal ‘surga yang ada di dunia. Wonderful Indonesia.[]


Editor. Erizky Bagus Zuhair

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Kemendagri Prediksi Partisipasi Pemilih di Pilkada 2018 Capai 85 Persen

Rabu, 21 Februari 2018 04:05 WIB

Kemendagri memprediksi sekitar 85 persen dari total jumlah pemilih akan ikut berpartisipasi di Pilkada Serentak 2018 nanti.


Umat Islam Yakin Habib Rizieq Pulang ke Indonesia Pagi Ini

Rabu, 21 Februari 2018 04:02 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengatakan bahwa nantinya Habib Rizieq akan disambut oleh tim penjemputan.


Tiang Gawang Dua Kali Selamatkan Gawang Barcelona dari Kebobolan

Rabu, 21 Februari 2018 03:53 WIB

Dua tendangan keras yang dilepaskan Willian belum mampu memberikan keunggulan untuk Chelsea.


Pasca Longsor Di Puncak, Jasa Marga Kembali Buka Tol Jagorawi Arah Puncak

Rabu, 21 Februari 2018 03:35 WIB

Jasa Marga kembali membuka jalan Tol Jagorawi.


Dua Pesawat dari Jeddah Tiba di Indonesia Rabu Pagi, Habib Rizieq Shihab?

Rabu, 21 Februari 2018 03:27 WIB

Berdasarkan informasi bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) telah lepas landas dari Bandara Jeddah pada pukul 19.00 waktu Arab Saudi.


Kacamata ini akan Menjadi Ikon Baru Apple, Seperti Apa Wujudnya?

Rabu, 21 Februari 2018 03:25 WIB

Kacamata AR ini akan membuat Apple sebagai yang terdepan dalam menghadirkan gadget inovatif.


5300 Rohingya Terjebak di Perbatasan Myanmar dan Bangladesh

Rabu, 21 Februari 2018 03:05 WIB

Perwakilan Myanmar dan Bangladesh membahas nasib sekitar 5.300 Muslim Rohingya yang terjebak di tanah tak bertuan di perbatasan kedua negara


Ratusan Umat Islam Masih Tunggu Kabar Kepulangan Habib Rizieq di Masjid Cengkareng

Rabu, 21 Februari 2018 03:03 WIB

Ratusan umat Islam yang tergabung dalam alumni 212 telah berkumpul di Masjid Jami Baitul Amal, Jalan Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat.


Makna Angka 15 Bagi Partai Aceh

Rabu, 21 Februari 2018 02:35 WIB

Partai Aceh kembali menjadi peserta partai politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.


Sebagian Umat Islam Sudah Berada di Bandara Soetta untuk Cek Keberangkatan Habib Rizieq

Rabu, 21 Februari 2018 02:33 WIB

K?etua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif meyakini saat ini Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab tengah berada di pesawat menuju Indonesia


Mengintip Cara Kerja Satgasus Polri Ungkap Penyelundup Sabu di Anambas

Rabu, 21 Februari 2018 02:20 WIB

Ternyata polisi bisa mabuk udara juga yah...


Evan Sanders Sesalkan Artis-artis Terjerat Kasus Narkoba

Rabu, 21 Februari 2018 02:10 WIB

"Kita butuh anak muda yang fit," kata Evan.


KPK Klaim Bakal Tuntaskan Kasus Pencucian Uang Wawan

Rabu, 21 Februari 2018 02:05 WIB

KPK mengklaim bahwa kini kasus dugaan TPPU yang menjerat Tubagus Chaeri Wardhana hampir dirampungkan pemberkasannya.


Suami Okie Agustina Beri Alasan Jawab Chating Terduga Pelakor

Rabu, 21 Februari 2018 02:00 WIB

Bisa jadi hanya fans.


Pasukan Pro-Rezim Suriah Masuk Afrin, Bantu Milisi Kurdi

Rabu, 21 Februari 2018 01:40 WIB

Pejuang pro-pemerintah Suriah "Pasukan Populer" masuk wilayah Afrin yang dikuasai pemberontak untuk menghadapi serangan militer Turki.