Gudeg Yu Djum Habiskan Satu Ton Gori dan Ribuan Telur Bebek Per Hari

akurat logo
Herman Syahara
Kamis, 18 Januari 2018 13:48 WIB
Share
 
Gudeg Yu Djum Habiskan Satu Ton Gori dan Ribuan Telur Bebek Per Hari
Gudeg Yu Djum. AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO, Tak ada yang istimewa dari fisik bangunan rumah tua dua lantai lantai itu. Lantai pertama digunakan untuk ruang makan dan dapur. Lantai dua nampaknya untuk tinggal keluarga.

Letaknya pun berada di sebuah jalan buntu. Untuk masuk sampai ke halaman, atau sebut saja area parkir yang hanya memuat 10-an kendaraan roda empat itu, sopir harus pandai bermanuver di gang sempit yang lebarnya hanya untuk satu mobil itu. Karena dari pintu gabg itu masuk, di pintu itu pula keluar.

Namun, begitulah, kalau sudah cita rasa yang bicara. "Di lubang semut" pun sebuah rumah makan akan diburu penikmatnya kalau bumbunya pas di lidah. 

AKURAT.CO/Herman Syahara

Fenomena inilah agaknya yang terjadi pada Rumah Makan Gudeg Yu Djum. Boleh jadi,  ini rumah makan paling "spektakuler" di Yogyakarta. Saking tingginya permintaan pasar,  dalam sehari, jika musim liburan, rumah makan tradisional ini menghabiskan 1 ton gori (buah nangka muda) sebagai salah satu bahan utama gudeg.

Gori khusus imdidatangkan dari daerah Prembun untuk alasan kelezatan dan estetika. Dari pengalaman, gori Prembun tidak akan mudah lumat meski dimasak dalam waktu yang lama.

Berbeda dengan rumah makan gudeg lainnya yang biasanya menggunakan telur ayam negeri, Gudeg Yu Djum menggunakan telur bebek.

"Kalau sedang ramai, dalam sehari kami menghabiskan lima ribu sampai sepuluh ribu butir telur bebek," kata seorang karyawan yang sedang mengupas telur bebek di dapur, ketika AKURAT.CO diijinkan memasuki  ruang dapur  berukuran besar rumah makan yang terletak di Karangasem Mbarek, CT III/22, Jalan Kaliurang Km 4,5 Yogyakarta itu, Selasa (16/1).

AKURAT.CO/Herman Syahara

Kehebatan lain rumah makan yang telah berdiri sejak 1950 itu pun tidak menggunakan ayam negeri sebagai lauk pauknya. Sejak awal berdirinya, Gudeg Yu Djum telah menggunakan ayam kampung. Setiap harinya tidak kurang 500-an ekor ayam --dan bisa mencapai 1000 ekor lebih jika musim liburan--  dihabiskan untuk memenuhi pesanan pelanggannya baik mereka yang makan langusung di tempat, dibungkus besek atau kendil sebagai buah tangan, dan  pesanan berbagai acara.

Dengan jumlah bahan baku yang sedemikian besar itu membuat konsekuensi pada luasnya dapur sebagai pusat pengolahan. Di dapur yang luas dan berbentuk leter L itu, sekurangnya terdapat 8-10 tungkus besar berbahan kayu bakar.

Ketika memasuki dapur di saat semua tungku aktif mematangkan masakan,  merebus telur, ayam, dan gori di atas panci-panci besar,  udara  panas langsung menyergap. Namun ini nampaknya bukan hal luar biasa bagi belasan karyawannya.

Bila Anda memesan seporsi Gudeg Yu Djum, biasanya akan ditempatkan pada piring beralas daun pisang. Di dalamnya  ada nasi, gori, krecek, yang disiram kuah khusus santan kental (areh), dan lauk susai pesanan.  Ada  telur rebus yang sudah dibumbui, tahu, tempe, suwiran daging ayam, ampela ati, potongan bagian tubuh ayam seperti kepala, dada, paha atas, dan sebagainya. Harga berkisar Rp 15-25 ribu rupiah per porsi.

Soal rasa, tak perlu diperdebatkan lagi. Dengan supervisi pada bahan baku dan bumbu yang sedemikian ketat membuat citarasa gudeg Yu Djum amat terjaga dan  tidak rata-rata. Seorang mantan anggota DPR RI yang kini menduduki kursi komisaris di sebuah  BUMN asal Yogyakarta mengaku sejak muda telah berlangganan gudeg Yu Djum.

Suasana dapur Gudeg Yu Djum (AKURAT.CO/Herman Syahara)

"Jika pulang kampung, sesampainya di Yogya saya tak makan di rumah. Tapi langsung ke Yi Djum," katanya.

Sayangnya, untuk menggali informasi resep rahasia keberhasilan usaha ini dari tangan pertama tak bisa dilakukan. Karena sang perintis kuliner, Yu Djum atau Yu  Djuwariyah, telah wafat November 2016 dalam usia 87 tahun. Kini  rumah makan Yu Djum dikelola anak-anak dan keluarganya.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ayah James Restui Sang Anak Tinggalkan Real Madrid

Selasa, 20 Februari 2018 01:00 WIB

Dia menjalani masa pinjaman selama dua musim di Muenchen


Dapat Nomor Urut 11, Ini Kata Ketua DPD PSI Sumut

Selasa, 20 Februari 2018 00:47 WIB

Fuad Ginting mengaku bersyukur partainya itu mendapatkan nomor urut 11 pada Pemilu 2019 mendatang.


Namanya Disebut, Fahri Hamzah: Nazaruddin Panik Persekongkolan Mulai Terbuka

Selasa, 20 Februari 2018 00:27 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Nazaruddin yang menyebut namanya.


Persib Kehabisan Stok Striker Lokal Berkualitas?

Selasa, 20 Februari 2018 00:20 WIB

Setidaknya Persib butuh empat pemain tambahan


Terinspirasi Masa Kecil, 'Guru Ngaji' Ingin Sejahterakan Pengajar Agama

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Film dikemas secara ringan sehingga bisa menjadi tontonan bagi semua kalangan dan didedikasikan untuk pengajar agama atau guru ngaji.


Kesalahan Fatal Tim Kasta Tiga Saat Jamu Spurs

Selasa, 20 Februari 2018 00:05 WIB

Kedua tim harus memainkan laga replay


Pemerintah Diminta Berdamai dengan Kelompok Habib Rizieq, Jika Tidak, Ini yang Akan Terjadi

Senin, 19 Februari 2018 23:56 WIB

Pemerintah seharusnya berdamai dengan kelompok yang menjadi pendukung Habib Rizieq Shihab.


Dikhianati Istri dan Pamannya, Ini yang Dilakukan Sandi

Senin, 19 Februari 2018 23:46 WIB

Pelaku emosi saat melihat korban melintas membawa dagangan dari arah utara.


Meski Kepulangan Habib Rizieq Belum Pasti, Eggi Sudjana Klaim Puluhan Ormas Siap Kawal

Senin, 19 Februari 2018 23:45 WIB

Eggi Sudjana mengklaim akan ada puluhan ormas yang bakal menjemput Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta 21 Februari mendatang.


Nazarudin Tiba-tiba Merintih saat Ditanya Soal Puan Maharani di e-KTP

Senin, 19 Februari 2018 23:34 WIB

Nazar tertawa ketika disinggung soal peran dari Ketua Fraksi PDIP saat proyek e-KTP bergulir.


Golkar Minta Kepulangan Rizieq Shihab Jangan Dijadikan Pengganggu Stabilitas Politik

Senin, 19 Februari 2018 23:19 WIB

Wasekjen Golkar Viktus Murin menilai bahwa kepulangan Rizieq merupakan hal biasa.


Kinerja Fisik Pemkot Yogyakarta Belum 100 Persen

Senin, 19 Februari 2018 23:17 WIB

Heroe: Meski secara umum sasaran kinerja bagus namun OPD harus tetap bekerja maksimal dan total


Pasca Penyerangan Gereja, Uskup Agung Sambangi Kediaman Safii Maarif

Senin, 19 Februari 2018 23:06 WIB

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko bersama rombongan berkunjung ke kediaman tokoh Muhammadiyah Safii Maarif di Sleman.


Nelayan Tradisional di Belawan Ngamuk, 8 Kapal Dibakar

Senin, 19 Februari 2018 23:04 WIB

Kericuhan berawal protes para nelayan terhadap pukat yang masih saja beroperasi


Siapa Bilang Cryptocurrency Tak Punya Nilai? Ini Buktinya...

Senin, 19 Februari 2018 23:03 WIB

Aswin Tanzil: kegiatan mining cryptocurrency adalah melakukan validasi transaksi dan berlomba mencari blok baru untuk dapatkan bitcoin