Minimnya Lahan Singapura, Alasan Peningkatan Kualitas Pariwisata

akurat logo
Rahma Maulidia
Selasa, 13 Februari 2018 18:12 WIB
Share
 
Minimnya Lahan Singapura, Alasan Peningkatan Kualitas Pariwisata
Helix Bridge, Singapura. Foto: coxarchitecture.com.au

AKURAT.CO, Luas wilayah Singapura hanya sekitar 704 km persegi saja, dan masuk kategori negara terkecil di Asia dan dunia.

Negara Singapura memang tidak seluas Indonesia. Bahkan tidak lebih luas jika dibandingkan dengan Kota Jakarta. Hal itu membuat negara tersebut sulit untuk membangun sesuatu yang baru.

“Singapura itu kecil, gak bisa ngebangun sesuatu yang baru. Maka, kita lebih meningkatkan lagi kualitas dari hal-hal yang sudah ada,” kata Raymond Lim, Area Director Indonesia, saat ditemui AKURAT.CO dalam kegiatan Gathering Singapore Tourism Board di Ritz Carlton, Jakarta Timur, Selasa, (13/2).

Misalnya saja, Singapore F1 yang diusahakan untuk menjadi lebih menarik lagi. Kemudian seperti, di kebun binatang ada acara lagi seperti zoo run, jadi pengunjung tidak hanya melihat-lihat hewan saja, ada banyak kegiatan di dalamnya.

“Singapura terus mencoba untuk menjadi lebih kreatif dan mencoba memasukan unsur-unsur edukasi dalam setiap destinasinya,” lanjutnya.

Ditambah lagi dengan adanya kegiatan-kegiatan festival di Singapura. Kegiatan festival ini biasanya dikemas semenarik dan semeriah mungkin, sehingga kota-kota lainnya ikut merasakan kemeriahan tersebut.[]


Editor. Bonifasius Sedu Beribe

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai Di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.


Perayaan Scudetto Juventus Sulut Amarah Napoli

Senin, 21 Mei 2018 15:14 WIB

Juventus meraih gelar juara tujuh kali beruntun


Lima Tentara Libya Meninggal Kena Ranjau Darat

Senin, 21 Mei 2018 15:13 WIB

Tentara Libya menuduh kelompok bersenjata tersebut setia kepada Al-Qaeda.


Arab Saudi Bebaskan 690 Warga Ethiopia dari Penjara

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

MoFA mengatakan sekitar 690 warga diberi fasilitas transportasi gratis dari Arab Saudi ke Ethiopia.


Pertamina Ambil Alih Pengelolaan WK Ogan Komering

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan langkah strategis perusahaan dalam amankan pasokan produksi migas nasional


Harga Daging Sapi Mulai Naik

Senin, 21 Mei 2018 15:01 WIB

Saat ini harga daging sapi naik lagi dari Rp112 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp115 ribu per kg


Soal Rilis 200 Nama Mubaligh, Menag: Bukan Seleksi, Bukan Akreditasi Apalagi Standarisasi

Senin, 21 Mei 2018 15:00 WIB

"Saya mohon maaf kepada nama yang dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada disana,"